Khotbah Ibadah Masterindo Jaya Abadi

1 Des 2023

1 Korintus 1: 3-9

Nantikanlah Dia dalam Pengharapan dan Penyerahan Diri.

Sdr/I  yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, Mengapa kita hrs Menantikan Dia..dalam hidup kita dalam Pengharapan dan Penyerahan diri..?

FirmanTuhanmenyatakan:Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu  karuniapun sementara kamu

menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus.

Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, Untuk itu

Bersyukurlah dalam segala hal.

Bersyukur adalah salah satu ciri perbuatan yang baik dari orang percaya yang mendapat kelimpahan kasih karunia-Nya. Apalagi jika ucapan syukur itu disampaikan kepada Allah. Bersyukur kepada Allah menunjukkan karakter seseorang yang memiliki rasa takut akan Tuhan. Bersyukur kepada Tuhan dilakukan oleh orang yang berhikmat dan berakal budi.Melalui ayat-ayat dalam perikop ini, kita mendapatkan suatu pembelajaran yang sangat indah. Rasul Paulus menyatakan dirinya selalu mengucap syukur kepada Allah.

 Dalam relasi dengan sesama, kita lebih mudah mengingat kelemahan daripada kebaikan. Tidak demikian dengan Rasul Paulus, persoalan jemaat di Korintus tidak membuatnya berhenti mengucap syukur. Ia mengingat umat Allah di Korintus serta menaikkan ucapan syukurnya atas mereka (4).Ada tiga hal yang menjadi dasar ucapan syukur Rasul Paulus. Pertama, jemaat di Korintus telah menerima dan mengalami kasih karunia Allah. Inilah sumber kekayaan mereka (7). Karunia ini akan digunakan sebagai sarana untuk memuliakan dan menyaksikan Allah. Kedua, mereka sudah menjadi saksi Kristus. Ketiga, Allah—yang melimpahkan kasih karunia dan rahmat kepada mereka—adalah setia.

Rasul Paulus menguraikan kekayaan karunia yang ada pada gereja di Korintus. Sebagai jemaat, iman mereka sudah semakin teguh. Mereka juga memberikan kesaksian. Anugerah dan karunia ini hadir lewat perkataan dan pengetahuan (5).

Bagi Rasul Paulus, kebenaran Injil akan menggugah. Ia bukan hanya membangun semangat, tetapi juga menyelaraskan karakter seturut teladan Kristus. Paulus mengingatkan jemaat tentang keistimewaan yang telah mereka terima dalam iman kepada Kristus. Sebagaimana Allah adalah setia, demikianlah seharusnya jemaat Korintus. Mereka harus terus bertumbuh dalam pengenalan dan iman kepada Kristus.  Setia menantikan Dia dalam Pengharapan dan Penyerahan diri.

Pengucapan syukur dalam Kristus harus dimulai dari pemahaman dan kesadaran. Kita harus sadar tentang siapa kita di hadapan Allah. Kita wajib mengenal siapa Tuhan serta Pemimpin kehidupan kita. Tanpa pemahaman ini, maka pelayanan hanya sebatas kesibukan belaka. Pelayanan seperti itu tidak akan menarik manusia kepada Kristus. Pelayanan dan iman terkait secara erat. Pertumbuhan iman yang benar akan mengarahkan dan menuntun pelayanan untuk memuliakan Kristus. Inilah dasar yang sejati dari hidup yang bersyukur.

Rasul Paulus mengatakannya dengan sangat jelas dalam 1 Korintus 1:6-8, menyatakan: “Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karunia pun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus. Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karunia pun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus. Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.”

Ia menegaskan kepada mereka, sementara mereka menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus, mereka tidak kekurangan dalam suatu karunia pun. Tuhan Yesus akan meneguhkan dan menguatkan kita dan membuat kita tidak bercela sampai pada akhirnya.

Firman Tuhan dalam Kitab Mazmur 105:1, mengatakan: “Bersyukurlah kepada TUHAN, serukanlah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa!”

Lantas, bagaimanakah kita? Sudahkah kita mensyukuri segala kasih karunia-Nya? Sudahkah kita bersyukur kepada Allah atas berkat kasih karunia-Nya yang melimpah? Sudahkah kita bersyukur atas kelimpahan berkat-Nya sehingga kita menjadi kaya? Apakah kita selalu memuji dan memuliakan Tuhan atas melimpahan belas kasihan-Nya?

Berbahagialah orang yang mensyukuri berkat-berkat Allah dengan setulus hati dan segenap jiwa, karena Dia telah menyediakan baginya kekayaan kasih setia dan kasih karunia-Nya. Berbahagialah kita yang selalu bersyukur kepada Tuhan, karena Allah memberkati kita damai sejahtera yang bermelimpahan. Berbahagialah kita yang selalu menyanyikan puji-pujian syukur kepada-Nya, karena Dia sudah menyediakan bagian hidup damai sejahtera dari sekarang sampai maranata.

JESUS CHRIST BLESS YOU AND US.

 

Komentar